Halaman palsu sering dirancang menyerupai tampilan asli. Logo, warna, dan tombol dapat disalin dengan mudah; karena itu, pemeriksaan keamanan tidak boleh hanya berdasarkan desain.
1. Baca domain dari kanan ke kiri
Pada alamat subdomain.example.com, domain utamanya adalah example.com. Kata merek yang muncul di bagian depan belum tentu menunjukkan kepemilikan. Periksa bagian domain utama sebelum garis miring pertama.
2. Waspadai perubahan satu karakter
Penipu dapat mengganti huruf dengan angka, menambah tanda hubung, menggunakan ekstensi berbeda, atau menyisipkan kata seperti login dan resmi. Bandingkan alamat karakter demi karakter dengan daftar di pusat informasi.
3. HTTPS bukan satu-satunya bukti
Ikon gembok berarti koneksi terenkripsi, bukan berarti pemilik halaman dapat dipercaya. Situs palsu juga dapat memiliki sertifikat HTTPS.
4. Hindari tautan dari pesan mendesak
Pesan yang meminta Anda login segera, mengancam akun akan ditutup, atau menawarkan hadiah besar sering menggunakan rasa panik untuk mengurangi ketelitian.
5. Periksa permintaan data
Halaman yang meminta OTP, PIN, password email, atau instalasi aplikasi kendali jarak jauh harus dianggap berisiko tinggi.
6. Simpan bookmark setelah verifikasi
Ketik domain informasi utama secara manual, buka halaman Link Resmi, lalu simpan alamat yang sudah diperiksa. Perbarui bookmark bila terdapat pengumuman resmi.